Ongkir WooCommerce: Kurangi Pembeli Kabur Checkout
Ongkir yang muncul tiba-tiba mahal atau tidak masuk akal sering membuat pembeli batal checkout. Ini cara membacanya dan mengaturnya dengan benar.
Browse Archive
Arsip semua artikel terbaru dari TitikAwal.
Ongkir yang muncul tiba-tiba mahal atau tidak masuk akal sering membuat pembeli batal checkout. Ini cara membacanya dan mengaturnya dengan benar.
Sebelum membagikan link toko online ke publik, lakukan mini audit menyeluruh agar produk, ongkir, payment, dan halaman trust tidak membuat pembeli kecewa.
Tidak semua biaya toko online harus dikeluarkan di awal. UMKM perlu membedakan biaya wajib dan biaya yang bisa ditunda.
UMKM tidak harus memilih salah satu. Marketplace dan toko online sendiri bisa dipakai bersama jika perannya dibedakan.
Stok WooCommerce perlu dikelola sederhana tapi disiplin. UMKM harus membedakan ready stock, pre-order, custom, dan stok variasi.
Transisi dari marketplace ke WooCommerce sebaiknya bertahap agar UMKM tidak kehilangan customer dan tetap punya arus order.
Kategori produk WooCommerce membantu pembeli menemukan barang. UMKM perlu menyusun kategori sederhana, jelas, dan tidak terlalu banyak.
Halaman produk yang siap jualan harus menjawab pertanyaan pembeli sebelum mereka chat atau meninggalkan checkout.
Setting awal WooCommerce menentukan alur toko: alamat toko, mata uang, halaman checkout, ongkir, payment, email, dan order percobaan.
Panduan awal WooCommerce untuk UMKM: memahami fungsi toko, install, setting dasar, produk pertama, ongkir, payment, dan checkout.
Produk banyak dilihat belum tentu siap dibeli. Berikut penyebab bocornya funnel dari view produk sampai checkout.
Keamanan WordPress untuk UMKM bisa dimulai dari hal sederhana: password kuat, update rutin, backup, SSL, role admin, dan plugin secukupnya.