Dari Marketplace ke Toko Online Sendiri: Roadmap UMKM
Roadmap praktis untuk UMKM yang ingin membangun toko online sendiri tanpa membuat website yang hanya menjadi katalog sepi.
Browse Archive
Arsip semua artikel terbaru dari TitikAwal.
Roadmap praktis untuk UMKM yang ingin membangun toko online sendiri tanpa membuat website yang hanya menjadi katalog sepi.
Banyak toko online UMKM macet bukan karena websitenya jelek, tetapi karena hal dasar seperti produk, ongkir, pembayaran, trust, dan admin belum siap.
WordPress bisa menjadi fondasi toko online UMKM jika struktur halaman, trust, produk, dan alur bisnisnya dipikirkan dari awal.
Fashion muslim sering punya banyak ukuran dan warna. Produk variable harus ditata agar pembeli tidak tersesat sebelum checkout.
Cara jual souvenir custom online: bikin form pesanan nama dan tanggal acara di WooCommerce supaya admin tidak bolak-balik chat WhatsApp.
WooCommerce untuk UMKM produsen perlu dimulai dari struktur produk, variasi, ongkir, pembayaran, dan checkout yang mudah dipahami pembeli.
Tidak semua produk UMKM perlu dibuat variable. Produk simple sering lebih aman jika pilihan pembeli memang tidak rumit.
Cara mengatur minimum order, bahan, dan custom produk konveksi kaos di WooCommerce supaya pemesanan massal rapi dan tidak rugi ongkos produksi.
Voucher bisa membantu penjualan, tapi UMKM perlu batas yang jelas agar promo tidak memakan margin terlalu banyak.
Cara jual kolam terpal online di WooCommerce: atur ongkir kargo ke luar pulau, ukuran diameter, dan bahan terpal supaya pembeli berani order.
Pembayaran QRIS di WooCommerce sangat membantu, tetapi alur instruksi dan status order harus dirancang dengan jelas agar pembeli tidak bingung setelah checkout.
Berhenti main bakar uang. Pelajari framework keputusan kapan UMKM harus memakai diskon, bundling, atau subsidi ongkir agar margin tidak hancur.