Kalkulator UMKM
Kalkulator HPP & Harga Jual per Jenis Usaha
Cara hitung modal beda-beda tergantung jenis usahamu — kuliner dihitung per batch, konveksi per potong, handmade wajib menghitung waktu kerja, reseller termasuk ongkir masuk. Pilih jenis usaha di bawah (atau isi manual kalau modalmu sudah pasti), kalkulator ini bantu hitung harga jual yang disarankan — lengkap dengan margin dan markup-nya sekaligus, biar tidak ketuker.
Pilih yang paling sesuai — cara hitung modalnya beda-beda.
(sering disebut HPP — Harga Pokok Penjualan)
Untuk satu batch/produksi.
Hasil dari belanja bahan di atas.
Opsional, boleh dikosongkan.
Tip: wadah/kemasan & sewa tempat isi di bagian "+ Tambah biaya operasional" di bawah, biar tidak dobel hitung.
Opsional, boleh dikosongkan.
Opsional.
Tip: hitung waktumu sebagai biaya — kalau tidak, kamu "menggaji" diri sendiri Rp0.
Opsional.
Tip: packing ulang isi di "Biaya Kemasan" di bagian "+ Tambah biaya operasional" di bawah.
Opsional, boleh dikosongkan.
Markup 100% ≠ margin 100%. Markup dihitung dari modal, margin dihitung dari harga jual.
+ Tambah biaya operasional & fee marketplace
Sewa, listrik, gaji, dll.
Untuk hitung overhead per unit.
Fee Shopee/Tokopedia dll — kosongkan kalau jual di web sendiri.
Harga Jual Disarankan
Rp 0
Untung Nominal/Unit
Rp 0
Modal Total/Unit
Rp 0
Margin %
0%
Markup %
0%
Markup di atas 300% cukup tinggi — pastikan masih masuk akal dibanding harga pasar/kompetitor.
Untung Bersih Setelah Fee
Rp 0
Rincian Modal Total per Unit
- Modal per unit
- Rp 0
- Biaya kemasan/unit
- Rp 0
- Overhead operasional/unit
- Rp 0
- Modal Total/unit
- Rp 0
Pertanyaan Umum
Kenapa cara hitung HPP beda-beda tiap jenis usaha?
Karena komponen biayanya beda. Kuliner dihitung per batch (belanja bahan dibagi jumlah porsi jadi), konveksi per potong (kain + ongkos jahit), handmade wajib menghitung waktu kerja sebagai biaya, reseller tinggal harga beli plus ongkir masuk, dan jasa dihitung dari waktu pengerjaan. Kalau semua dipaksa masuk satu kolom "modal per unit" manual, gampang salah hitung atau lupa komponen — makanya kalkulator ini punya mode per jenis usaha.
Apa beda margin dan markup?
Markup dihitung dari modal: untung dibagi modal. Margin dihitung dari harga jual: untung dibagi harga jual. Markup 100% dari modal Rp50.000 menghasilkan untung Rp50.000 (harga jual Rp100.000), tapi itu sama dengan margin 50%, bukan 100%. Dua istilah ini sering tertukar dan bikin salah hitung untung.
Berapa markup yang wajar untuk UMKM?
Tidak ada angka baku — tergantung jenis produk, biaya operasional, dan harga pasar. Produk fashion/kerajinan sering pakai markup 50-150%, produk sembako/grosir biasanya jauh lebih tipis. Cek juga harga kompetitor sebelum memutuskan.
Perlukah memasukkan fee marketplace?
Kalau kamu jualan di Shopee, Tokopedia, atau platform sejenis, iya — fee itu memotong langsung dari harga jual dan bisa membuat untung di atas kertas berubah jadi rugi riil. Kalau jual di web sendiri atau langsung ke pembeli, boleh dikosongkan.
Apakah kalkulator ini sudah termasuk pajak?
Belum. Kalkulator ini murni menghitung markup/margin dari modal dan biaya yang kamu masukkan. Pajak (PPh Final UMKM, PPN, dll) tergantung status usaha dan omzet, jadi perlu dihitung terpisah atau dikonsultasikan ke konsultan pajak.