Kalkulator UMKM
Kalkulator BEP (Break Even Point) untuk UMKM
Buat kamu yang mau tahu berapa unit atau omzet per bulan supaya usaha balik modal (tidak rugi). Hasilnya perkiraan berdasarkan angka yang kamu masukkan sendiri — makin rapi kamu memisahkan biaya tetap dan biaya variabel, makin akurat BEP-nya.
Data Usaha
Biaya yang tetap dibayar meski TIDAK ada penjualan: sewa, gaji karyawan tetap, gaji kamu sendiri, cicilan alat, listrik/internet dasar.
Biaya yang muncul HANYA kalau ada penjualan: bahan baku, kemasan, ongkir per pesanan, komisi marketplace.
Opsional: target laba, estimasi penjualan & modal awal
Hasil terhitung otomatis saat kamu mengisi.
Pertanyaan Umum
Apa itu BEP (Break Even Point)?
BEP atau titik impas adalah jumlah penjualan (unit atau omzet) minimal yang harus kamu capai supaya semua biaya tertutup — belum untung, tapi juga tidak rugi. Jual di atas angka itu, kamu mulai untung. Jual di bawahnya, kamu masih rugi.
Apa beda biaya tetap dan biaya variabel?
Biaya tetap tetap harus dibayar walau tidak ada penjualan sama sekali, misalnya sewa toko, gaji karyawan tetap, atau cicilan alat. Biaya variabel hanya muncul kalau ada penjualan, misalnya bahan baku, kemasan, ongkir, atau komisi marketplace per pesanan. Salah mengelompokkan dua ini bikin BEP-mu keliru.
Apakah gaji saya sendiri sebagai pemilik usaha ikut dihitung?
Wajib dimasukkan ke biaya tetap. Banyak pemilik UMKM lupa menghitung "gaji" untuk diri sendiri, sehingga BEP-nya kelihatan lebih rendah dari kenyataan — padahal usaha itu belum tentu benar-benar menghasilkan cukup untuk hidup si pemilik.
Bagaimana kalau produk saya banyak jenis dengan margin berbeda?
Kalkulator ini paling akurat untuk satu produk atau harga & biaya variabel rata-rata. Kalau kamu punya banyak varian dengan margin yang jauh berbeda, sebaiknya hitung BEP terpisah per kelompok produk, atau pakai harga & margin rata-rata tertimbang supaya hasilnya tidak menyesatkan.