IHSG Rebound Kuat! Asing Agresif Borong Saham Triliunan Rupiah di Sesi Pertama, GOTO Jadi Primadona

IHSG sukses ditutup menghijau pada perdagangan sesi pertama. Investor asing agresif catatkan net buy triliunan rupiah dengan saham GOTO sebagai incaran utama pasar.

Tim Titik Awal Tim Titik Awal 02 Maret 2026
Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan upaya pemulihan yang moderat pada penutupan perdagangan sesi pertama hari Selasa. Setelah mengalami tekanan jual yang masif dengan penurunan tajam sebesar 2,65% pada perdagangan Senin sebelumnya, indeks acuan pasar modal Indonesia ini berhasil mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,03%. Kenaikan ini memberikan sinyal awal bahwa pelaku pasar mulai kembali melakukan akumulasi beli secara selektif, memanfaatkan momentum harga saham yang telah terkoreksi cukup dalam pada hari sebelumnya.

Aktivitas perdagangan pada paruh pertama hari ini terpantau sangat dinamis dan likuid. Total nilai transaksi di seluruh pasar saham domestik mencapai angka yang fantastis, yakni Rp18,22 triliun. Tingginya nilai transaksi ini diiringi dengan frekuensi perpindahan tangan saham yang mencapai 1,82 juta kali. Tingkat partisipasi pasar yang masif ini mengindikasikan adanya pertukaran posisi yang signifikan antara investor institusi asing dan ritel domestik, yang terus mencermati arah kebijakan makroekonomi dan sentimen global yang sedang berkembang.

Dinamika pasar modal domestik saat ini sangat dipengaruhi oleh rotasi sektor yang dilakukan oleh para manajer investasi institusional. Dengan nilai transaksi sesi pertama yang menembus belasan triliun rupiah dalam kurun waktu setengah hari, hal ini mencerminkan tingginya likuiditas yang mengalir di sistem keuangan pasar modal. Likuiditas yang melimpah merupakan indikator krusial bahwa selera risiko pelaku pasar belum sepenuhnya redup akibat kejatuhan indeks pada awal pekan.

Analisis Teknikal dan Proyeksi Pergerakan IHSG

Dari sudut pandang teknikal, pergerakan IHSG saat ini berada pada fase konsolidasi kritis yang menentukan arah tren jangka pendek. Analis dari Phintraco Sekuritas memberikan pandangan mendalam mengenai indikator pergerakan indeks. Berdasarkan analisis teknikal, IHSG terlihat sedang melanjutkan pembentukan histogram negatif pada indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD). Pembentukan histogram negatif ini mengisyaratkan bahwa momentum tekanan jual sebenarnya masih membayangi pasar, meskipun ada upaya perlawanan dari kubu pembeli yang menahan indeks jatuh lebih dalam.

Lebih lanjut, indikator Stochastic RSI saat ini telah terbawa masuk ke dalam area pivot. Kondisi persimpangan pada indikator momentum ini menunjukkan keraguan arah, di mana tarik-menarik antara kekuatan jual dan beli berada pada titik keseimbangan sementara. Berdasarkan kombinasi indikator teknikal tersebut, tim riset Phintraco memperkirakan bahwa IHSG memiliki potensi untuk bergerak fluktuatif dalam rentang level fundamental 8000 hingga 8050 pada kelanjutan perdagangan Sesi II.

Pemodal disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang mungkin terjadi di area psikologis 8000. Apabila indeks mampu bertahan di atas level psikologis tersebut, probabilitas untuk melanjutkan tren pemulihan teknikal akan semakin terbuka lebar menuju penutupan perdagangan harian.

Arus Modal Asing Mengalir Deras

Di tengah penguatan tipis indeks nasional, sorotan utama tertuju pada pergerakan arus modal dari investor asing. Berbeda dengan tren pelemahan di hari sebelumnya, investor asing justru mengambil langkah agresif dengan melakukan aksi beli bersih yang sangat masif. Berdasarkan data perdagangan sesi pertama, total pembelian bersih asing tercatat mencapai Rp4,23 triliun di seluruh pasar. Sementara itu, jika ditinjau dari sisi volume lembar saham, akumulasi beli bersih asing menyentuh angka 1,18 miliar lembar saham.

Masuknya dana asing dalam jumlah jumbo ini menjadi katalis utama penahan kejatuhan IHSG, sekaligus memberikan sentimen positif bagi para pelaku pasar domestik. Kepercayaan asing yang kembali masuk ke bursa saham Indonesia ini dapat diinterpretasikan sebagai respons positif terhadap fundamental perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa, yang saat ini valuasinya dinilai cukup atraktif untuk diakumulasi kembali.

Deretan Saham Buruan Investor Asing

Aksi borong oleh investor asing terpusat pada beberapa emiten spesifik yang memiliki prospek bisnis dan pergerakan teknikal yang menarik. Sektor teknologi dan pelayaran logistik menjadi primadona pada perdagangan paruh pertama hari ini. Berikut adalah analisis ringkas mengenai saham-saham yang menjadi incaran utama:

  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Menjadi pemimpin dalam daftar beli asing, saham teknologi ini terus diakumulasi secara masif menyusul ekspektasi pemulihan bisnis digital perseroan.
  • PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL): Emiten di sektor pelayaran ini menarik minat asing, sejalan dengan proyeksi peningkatan kebutuhan logistik maritim.
  • PT GTS Internasional Tbk (GTSI): Saham distribusi gas alam cair ini ikut mendapatkan sentimen positif dari rotasi modal ke sektor infrastruktur energi.
  • PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HUMI): Melengkapi dominasi sektor pelayaran, HUMI menjadi salah satu pilihan utama investor asing berkat tren bisnis perkapalan yang mulai stabil.
  • PT MNC Energy Investments Tbk (IATA): Emiten energi ini mencatatkan akumulasi beli yang signifikan, mengindikasikan diversifikasi sektor oleh pemodal asing ke arah emiten berkapitalisasi menengah.

Tekanan Jual Asing di Sektor Komoditas dan Logam Mulia

Di sisi lain spektrum perdagangan, sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor pertambangan, energi, dan logam dasar, justru menjadi sasaran aksi jual bersih oleh investor asing. Pelepasan aset di sektor komoditas ini tidak terlepas dari sentimen fluktuasi harga global serta kondisi di pasar fisik.

Sebagai catatan tambahan yang sangat memengaruhi pergerakan sektor ini, harga emas Antam pada hari ini dilaporkan mengalami penurunan tajam menjadi Rp3.122.000 per gram. Sentimen pelemahan harga logam mulia fisik ini merembet langsung pada persepsi investor terhadap saham-saham pertambangan terkait. Koreksi harga ini mendorong investor asing untuk melakukan realokasi portofolio dengan cepat.

  1. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memimpin daftar jual asing terbesar di sesi pertama ini akibat sentimen pasar material baterai.
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mendapat tekanan jual yang sejalan dengan koreksi harga emas fisik di pasar domestik hari ini.
  3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turut terdampak oleh volatilitas pasar energi komoditas.
  4. PT Elnusa Tbk (ELSA) yang beroperasi di sektor jasa energi ikut dilepas oleh pemodal asing dalam volume yang cukup substansial.
  5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melengkapi deretan saham emiten tambang yang terdistribusi secara masif pada paruh perdagangan pertama.

Rincian Transaksi Asing Sesi Pertama

Untuk memberikan gambaran kuantitatif yang lebih komprehensif, berikut adalah tabel rincian volume transaksi bersih investor asing pada saham-saham dengan perpindahan tangan tertinggi:

Kategori TransaksiKode Saham EmitenVolume Bersih (Lembar Saham)
Top Net Foreign BuyGOTO253.458.658
Top Net Foreign BuyBULL124.417.700
Top Net Foreign BuyGTSI57.510.600
Top Net Foreign BuyHUMI56.474.800
Top Net Foreign BuyIATA50.081.300
Top Net Foreign SellMBMA40.522.000
Top Net Foreign SellANTM40.399.100
Top Net Foreign SellMEDC37.619.900
Top Net Foreign SellELSA29.564.500
Top Net Foreign SellBUMI27.339.800
Rasio Pergerakan Saham di Pasar dan Proyeksi Lanjutan -----------------------------------------------------

Kondisi pasar secara keseluruhan pada penutupan sesi pertama merepresentasikan optimisme selektif. Dari seluruh instrumen saham yang diperdagangkan, tercatat sebanyak 374 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga. Tingginya jumlah saham yang menguat ini menjadi motor penggerak utama yang menahan indeks acuan di zona hijau, mengimbangi tekanan dari saham berkapitalisasi besar yang masih mendatar.

Sebaliknya, sebanyak 307 saham masih terjebak dalam zona pelemahan, menjadi beban yang mencegah IHSG untuk melesat lebih signifikan menembus resistensi atas. Sementara itu, terdapat 132 saham yang bergerak stagnan tanpa perubahan harga. Distribusi pergerakan harga saham ini menegaskan bahwa pasar sedang mengaplikasikan strategi seleksi saham yang ketat, di mana kinerja fundamental masing-masing emiten serta aliran masuk modal asing menjadi kunci utama.

Menghadapi pergerakan pasar yang sangat dinamis, para pemodal domestik dituntut untuk lebih rasional dalam mengelola portofolio. Volatilitas pada level 8000 menuntut penerapan strategi perdagangan yang disiplin. Fenomena masuknya investasi triliunan rupiah di sesi pertama merupakan indikasi kuat bahwa bursa efek nasional masih memiliki daya tarik premium. Arus masuk dana asing ini menjadi bukti empiris bahwa prospek pasar modal Indonesia tetap tangguh, memberikan dasar yang solid bagi IHSG untuk melanjutkan tren ekspansinya.

Artikel Terkait