Pasar Kripto Bergejolak: Bitcoin dan Altcoin Pulih Cepat Pasca Serangan Gabungan AS-Israel ke Iran

Pasar kripto mengalami volatilitas ekstrem dan likuidasi massal menyusul operasi tempur AS-Israel di Iran, namun harga Bitcoin menunjukkan pemulihan cepat di tengah ketidakpastian geopolitik.

Tim Titik Awal Tim Titik Awal 01 Maret 2026
Share

Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam secara mendadak semalam, sebuah reaksi spontan pasar terhadap eskalasi geopolitik yang signifikan di Timur Tengah. Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah memulai “operasi tempur besar-besaran” gabungan di wilayah Iran. Operasi militer ini menargetkan berbagai instalasi militer strategis, yang menurut para pejabat berwenang, merupakan upaya terpadu untuk menghentikan program nuklir dan rudal balistik negara tersebut, serta menetralkan para pemimpin militer kunci.

Reaksi pasar terhadap berita ini terjadi hampir seketika. Dalam kurun waktu sekitar satu jam setelah berita serangan tersebut menyebar, Bitcoin (BTC) anjlok dari level harga $65.572 menjadi $63.176. Penurunan drastis ini mencerminkan kepanikan awal investor yang sering kali terjadi saat meletusnya konflik berskala besar. Namun, ketahanan aset kripto utama ini kembali teruji. Beberapa jam setelah penurunan tajam tersebut, pasar menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat, di mana Bitcoin berhasil merebut kembali sebagian besar nilai yang hilang selama fase panic selling awal.

Berdasarkan data terkini dari CoinGecko, Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran $65.051. Angka ini menunjukkan kerugian harian yang relatif minim sekitar 0,8%, meskipun aset ini masih mencatat penurunan mingguan sebesar 5,2% selama tujuh hari terakhir. Dinamika ini menegaskan bahwa meskipun sentimen perang dapat memicu volatilitas jangka pendek yang ekstrem, struktur pasar saat ini masih memiliki dukungan beli yang cukup kuat untuk menyerap tekanan jual yang didorong oleh rasa takut.

Korelasi Altcoin dan Gelombang Likuidasi Masif

Dampak dari serangan udara tersebut tidak hanya dirasakan oleh Bitcoin. Pasar altcoin utama juga terseret dalam arus volatilitas negatif. Aset-aset berkapitalisasi besar seperti Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL) mencatatkan penurunan tajam segera setelah berita serangan tersiar. Pola pergerakan harga altcoin ini sangat berkorelasi dengan Bitcoin, namun seperti halnya pemimpin pasar tersebut, altcoin utama juga telah berhasil memulihkan sebagian besar kerugian mereka pada saat penulisan artikel ini. Rata-rata kerugian harian untuk aset-aset ini tercatat kurang dari 2%, menandakan adanya stabilisasi pasar yang cepat pasca-kejutan.

Namun, volatilitas harga yang terjadi dalam waktu singkat ini memicu gelombang likuidasi yang signifikan di pasar derivatif. Data dari CoinGlass menunjukkan lonjakan likuidasi kripto semalam, dengan total posisi senilai sekitar $490 juta dilikuidasi selama 24 jam terakhir. Mayoritas dari posisi yang terlikuidasi adalah posisi long (beli), yang menunjukkan bahwa banyak pedagang yang optimis terhadap kenaikan harga terpaksa menutup posisi mereka karena penurunan harga yang tiba-tiba.

Rincian data likuidasi memperlihatkan dominasi Bitcoin dan Ethereum dalam peristiwa ini:

  • Bitcoin: Posisi senilai $196 juta dilikuidasi.
  • Ethereum: Menyusul dengan likuidasi senilai $132 juta.

Besarnya angka likuidasi ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang melekat pada perdagangan dengan leverage di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Analisis Tren Jangka Panjang: Bear Market Masih Membayangi?

Meskipun terjadi pemulihan intraday yang mengesankan, posisi Bitcoin dalam kerangka waktu yang lebih luas masih menunjukkan tren penurunan yang perlu diwaspadai. Pada titik terendah semalam, harga Bitcoin berada sekitar 50% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High) yang mencapai lebih dari $126.000 pada Oktober lalu. Penurunan separuh harga dari puncak tertingginya ini mengindikasikan bahwa pasar masih berjuang untuk menemukan momentum bullish yang berkelanjutan.

Statistik bulanan juga menunjukkan tekanan yang konsisten. Mata uang kripto terkemuka ini telah jatuh tajam selama bulan terakhir, mencatatkan penurunan sekitar 23% dalam rentang waktu tersebut. Sebagai perbandingan, Bitcoin mengawali tahun ini dengan harga yang jauh lebih tinggi, yakni di sekitar level $87.000. Penurunan bertahap ini menunjukkan bahwa faktor makroekonomi dan geopolitik terus membebani sentimen investor, bahkan sebelum eskalasi konflik di Iran terjadi.

Konteks Geopolitik dan Kemanusiaan

Serangan semalam memicu respons militer langsung dari Iran, yang melancarkan serangan balasan terhadap aset militer Amerika Serikat di seluruh kawasan Timur Tengah. Situasi ini menciptakan siklus kekerasan yang meningkatkan profil risiko bagi pasar keuangan global. Sementara Iran berupaya menangani dampak dari pemboman tersebut, laporan mengenai korban jiwa mulai bermunculan, menambah dimensi kemanusiaan yang tragis pada konflik ini.

Lembaga-lembaga berita telah melaporkan adanya korban sipil massal di Iran. Salah satu insiden yang paling menonjol adalah serangan yang mengenai sebuah sekolah putri di provinsi Minah, yang dilaporkan menewaskan 85 orang. Berita semacam ini tidak hanya memicu kemarahan internasional tetapi juga menambah ketidakpastian mengenai seberapa jauh konflik ini akan berkembang dan berapa lama dampaknya akan terasa pada stabilitas global.

Secara historis, harga aset kripto selalu bereaksi terhadap gejolak geopolitik, meskipun arah pergerakannya tidak selalu dapat diprediksi secara linier. Sebagai contoh komparatif, harga Bitcoin dan aset berisiko lainnya juga mengalami penurunan tajam setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Pola “jual saat berita buruk, beli saat kepanikan mereda” tampaknya kembali terulang dalam skenario konflik AS-Iran ini.

Prediksi Pasar: Ketidakpastian Rezim dan Masa Depan Konflik

Di tengah kekacauan ini, pasar prediksi menjadi salah satu indikator sentimen yang menarik untuk diamati. Pengguna di Myriad, sebuah pasar prediksi yang dioperasikan oleh perusahaan induk Decrypt, Dastan, menunjukkan peningkatan keyakinan bahwa rezim Iran mungkin akan runtuh sebelum bulan Oktober tahun ini.

Indikator PrediksiPeluang Saat IniPerubahan (24 Jam)
Keruntuhan Rezim Iran (sebelum Okt)51%+20%
Kenaikan peluang sebesar 20% dalam satu hari terakhir ini mencerminkan persepsi pasar bahwa intensitas serangan gabungan AS dan Israel kali ini memiliki potensi untuk mengubah peta politik di kawasan tersebut secara fundamental. Bagi investor kripto, ketidakstabilan politik semacam ini adalah pedang bermata dua; di satu sisi menciptakan risiko penurunan harga aset karena penghindaran risiko (*risk-off*), namun di sisi lain, sering kali memperkuat narasi Bitcoin sebagai aset yang tidak terikat pada sistem keuangan negara manapun (*censorship-resistant*).

Ketidakpastian ini diperparah dengan situasi politik domestik di Amerika Serikat, di mana ketegangan antara pemerintah federal dan sektor teknologi juga memanas. Presiden Donald Trump baru-baru ini memerintahkan lembaga federal untuk menghentikan penggunaan teknologi AI dari Anthropic menyusul sengketa dengan Pentagon. Meskipun ini adalah isu terpisah dari konflik militer di Timur Tengah, hal ini menambah lapisan kompleksitas pada lanskap kebijakan AS yang dapat mempengaruhi pasar teknologi dan keuangan secara lebih luas.

Kesimpulannya, pasar kripto saat ini berada di persimpangan jalan yang berbahaya namun dinamis. Kemampuan Bitcoin untuk pulih dengan cepat dari penurunan akibat berita perang menunjukkan likuiditas dan keyakinan investor yang masih ada, namun tren penurunan jangka panjang dari level tertinggi tahun lalu tetap menjadi perhatian utama yang tidak bisa diabaikan.

Artikel Terkait