Ambisi Crypto Trump Runtuh: American Bitcoin Terjebak Rugi Besar Saat Pesaing Beralih ke AI
American Bitcoin Corp milik keluarga Trump melaporkan kerugian US$59 juta. Strategi mining murni gagal total saat pesaing beralih ke infrastruktur AI.
American Bitcoin Corp., perusahaan penambangan mata uang kripto yang didukung oleh keluarga Trump, kini berada di tengah puing-puing kehancuran terdalam industri ini sejak tahun 2022. Setelah sempat menunggangi gelombang euforia kripto hingga mencatatkan debut blockbuster di Nasdaq, realitas pasar yang brutal kini menghantam valuasi perusahaan secara signifikan.
Perusahaan yang berbasis di Miami ini melaporkan kerugian sebesar US$59 juta untuk kuartal keempat pada hari Kamis. Hasil mengecewakan ini muncul di tengah aksi jual saham agresif yang telah menghapus hampir 90% nilai pasar perusahaan sejak mencapai titik tertingginya pada bulan September. Penurunan ini mencerminkan kegagalan yang lebih luas dalam perdagangan aset digital yang berafiliasi dengan nama Trump.
Laporan Keuangan Merah dan Strategi yang Meleset
Inti permasalahan finansial American Bitcoin terletak pada keputusan strategis yang diambil manajemen. Perusahaan memilih untuk menggandakan strategi murni penambangan dan penimbunan (mining-and-hoarding) Bitcoin. Langkah ini diambil justru ketika hampir setiap rival utama di industri ini melarikan diri dan beralih ke sektor kecerdasan buatan (AI) yang lebih menjanjikan.
Taruhan besar ini, yang diperjuangkan oleh salah satu pendiri, Eric Trump, awalnya terlihat sangat presien ketika harga Bitcoin melonjak melewati level US$126.000. Namun, posisi tersebut menjadi semakin genting dan berbahaya ketika token tersebut diperdagangkan di kisaran US$70.000.
Biaya dari keyakinan yang salah arah tersebut sangat nyata dalam neraca keuangan:
- Kerugian Belum Terealisasi: Perusahaan mencatatkan kerugian yang belum terealisasi (unrealized loss) sebesar US$227 juta untuk tahun tersebut.
- Penurunan Nilai Aset: Kerugian ini berasal dari penulisan ulang (write-down) nilai cadangan Bitcoin yang dimiliki perusahaan.
Matthew Kimmell, seorang analis aset digital di CoinShares, menyoroti risiko fatal dari strategi ini. Menurutnya, dengan Bitcoin yang turun tajam dari level tertingginya, strategi retensi aset justru dapat memperbesar kerugian. Inventaris aset kehilangan nilai berdasarkan basis mark-to-market, dan investor mulai memperhitungkan tekanan neraca bahkan sebelum tekanan tersebut muncul dalam operasional sehari-hari.
Efek Domino pada Ekosistem Kripto Trump
Penurunan tajam ini menempatkan American Bitcoin di ujung tanduk dari penarikan mundur yang lebih luas di seluruh kepentingan kripto keluarga Trump. Portofolio aset digital yang terkait dengan mantan presiden tersebut menunjukkan tren negatif yang seragam:
| Entitas | Jenis Aset | Kinerja Terkini |
|---|---|---|
| World Liberty Financial | Platform DeFi | Token asli anjlok 65% sejak diluncurkan pada September. |
| Trump Memecoin | Memecoin | Jatuh 72% sejak mulai diperdagangkan pada bulan Maret. |
| American Bitcoin Corp | Saham Mining | Nilai pasar hilang hampir 90% sejak September. |
Ironi Pivot Bisnis: Meninggalkan AI Demi Bitcoin
Salah satu aspek paling mencolok dari kejatuhan ini adalah sejarah pivot perusahaan. American Data Centers Inc.—entitas yang didukung oleh putra-putra Trump—pada awalnya dirancang untuk menjadi penyedia infrastruktur AI. Namun, rencana tersebut berubah total sebelum entitas tersebut menjadi bagian dari apa yang akhirnya dikenal sebagai American Bitcoin.
Keputusan untuk meninggalkan AI demi Bitcoin kini terlihat sebagai langkah yang keliru secara strategis. Sementara American Bitcoin bersumpah untuk memegang setiap token yang ditambangnya, sisa industri penambangan kripto justru berlari ke arah yang berlawanan.
Dinamika kompetitor menunjukkan pergeseran tren yang jelas:
- MARA Holdings & Riot Platforms: Penambang Bitcoin terbesar ini telah mulai mentransisikan sebagian situs mereka menjadi infrastruktur AI untuk mendiversifikasi pendapatan.
- Cipher Mining & TeraWulf: Melakukan pergeseran yang lebih agresif dengan menjual sebagian atau seluruh cadangan koin serta situs penambangan mereka untuk membiayai transisi ke komputasi kinerja tinggi.
Sedikit sekali usaha yang berafiliasi dengan Trump yang mampu menyamai kecepatan penurunan American Bitcoin. Saham perusahaan bahkan sempat mengalami flash crash sekitar 50% pada tanggal 2 Desember, sebuah indikator volatilitas ekstrem dan ketidakpercayaan investor.
Jalan Terjal Menuju Pemulihan
Untuk saat ini, jalur pemulihan American Bitcoin sangat bergantung pada kekuatan yang sebagian besar berada di luar kendalinya. Model bisnis mining-and-treasury perusahaan hanya dapat berfungsi efektif jika harga Bitcoin kembali mendaki secara signifikan.
Meskipun pendapatan perusahaan naik 22% dari kuartal ketiga, hal itu belum cukup menutupi kerugian valuasi aset. Harapan kini digantungkan pada sentimen makro dan kebijakan politik. Komitmen administrasi Trump yang dinyatakan untuk menjadikan kripto sebagai prioritas nasional—termasuk wacana memegang Bitcoin sebagai cadangan pemerintah—secara teoritis dapat memberikan angin segar bagi sektor yang lebih luas.
Dalam sebuah wawancara pada 19 Februari, Eric Trump menegaskan fokusnya. “Saya fokus pada American Bitcoin dan World Liberty,” ujarnya ketika ditanya tentang ketertarikannya pada kursi dewan bursa kripto tradisional. Ia menambahkan ambisinya untuk menggabungkan keuangan digital modern dengan aset riil dunia nyata.
Kilas Balik Akuisisi dan Kebijakan yang Bertentangan
Sejarah pembentukan perusahaan ini dimulai pada bulan Maret, ketika keluarga Trump meluncurkan rencana usaha yang berfokus pada penambangan Bitcoin bersama Hut 8 Corp. Hut 8 mentransfer semua aset penambangannya ke perusahaan baru tersebut dan mengalihkan fokus utamanya sendiri ke pusat data AI.
Peluncuran usaha penambangan tersebut menyusul akuisisi Hut 8 atas kepemilikan mayoritas di American Data Centers, perusahaan yang dibentuk oleh sekelompok investor termasuk Eric Trump dan Donald Trump Jr. Pasca transaksi tersebut, American Data Centers berganti nama dan diluncurkan kembali sebagai American Bitcoin.
Langkah ini menggemakan janji kampanye Presiden Donald Trump pada tahun 2024 untuk memastikan setiap Bitcoin yang tersisa ditambang di Amerika Serikat (Made in USA). Namun, realitas operasional menghadapi tantangan berat. Mencapai target tersebut hampir mustahil mengingat persaingan sengit di antara penambang global.
Lebih jauh lagi, kebijakan tarif Trump justru menciptakan hambatan tersendiri. Mengingat sebagian besar perangkat keras penambangan (ASIC miner) cenderung diimpor dari Tiongkok, tarif impor yang tinggi membuat biaya operasional dan pengadaan infrastruktur menjadi jauh lebih mahal dibandingkan kompetitor internasional, mempersulit upaya untuk mendominasi penambangan Bitcoin secara domestik.